#sterilisasidandisinfektanvirus

COVID-19 merupakan virus yang sangat ditakuti saat ini,karena menyebar dengan cepat keseluruh bumi,sungguh luar biasa. Dah hampir 2 tahun virus ini belum juga reda malahan semakin merajalela,efek yang diarasakan sungguh menjadikan kita semua harus hati-hati dan waspada terhadap virus jenis ini.
Penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) adalah infeksi saluran pernapasan yang diakibatkan oleh SARS-CoV-2 (virus COVID-19). Virus COVID-19 umumnya ditransmisikan melalui kontak fisik erat dan percikan (droplet) dari saluran pernapasan, sedangkan transmisi melalui udara (airborne) dapat terjadi saat prosedur medis yang menghasilkan aerosol .

Transmisi virus COVID-19 dikaitkan dengan kontak erat antara orang-orang di tempat-tempat tertutup seperti rumah tangga, tempat perawatan kesehatan, dan lingkungan panti jompo serta lembaga hunian.10 Selain itu, di tempat-tempat selain tempat perawatan kesehatan seperti gedung, pusat komunitas keagamaan, pasar, angkutan, dan tempat-tempat usaha yang dapat diakses secara umum, penularan COVID-19 diketahui mudah terjadi.

Prinsip-prinsip pembersihan dan disinfeksi lingkungan Pembersihan membantu membersihkan patogen atau mengurangi beban patogen secara signifikan; pembersihan merupakan langkah pertama yang penting dalam proses disinfeksi. Pembersihan dengan air, sabun (atau detergen netral), dan bentuk tindakan mekanis tertentu (menyikat atau menggosok) membersihkan dan mengurangi debu, serpihan, dan materi-materi organik lain seperti darah, sekresi, dan ekskresi, tetapi tidak membunuh mikroorganisme.25 Materi organik dapat menghalangi kontak langsung antara disinfektan dengan permukaan dan menonaktifkan sifat-sifat germisida atau moda aksi disinfektan-disinfektan tertentu. Karena itu, disinfektan kimia seperti klorin atau alkohol sebaiknya digunakan setelah pembersihan untuk membunuh mikroorganisme-mikroorganisme yang tersisa.

Pemilihan disinfektan harus mempertimbangkan mikroorganisme yang ingin dibersihkan serta konsentrasi dan waktu kontak yang dianjurkan, kesesuaian dengan disinfektan kimia dan permukaan yang akan ditangani, toksisitas, kemudahan penggunaan, dan stabilitas produk. Pemilihan disinfektan harus memenuhi persyaratan pemasaran pemerintah setempat, termasuk semua peraturan yang berlaku untuk sektor-sektor tertentu, seperti sektor pelayanan kesehatan dan sektor industri pangan misalnya.‡ Penggunaan produk berbasis klorin Produk berbasis hipoklorit mencakup formulasi cairan (natrium hipoklorit), padat, atau bubuk (kalsium hipoklorit). Formulasi-formulasi ini larut dalam air atau menciptakan larutan klorin cair encer yang mengandung asam hipoklor (HOCl) tidak terdisosiasi yang menjadi senyawa antimikroba. Hipoklorit menunjukkan rentang keaktifan antimikroba yang luas dan pada berbagai tingkat konsentrasi, efektif melawan beberapa patogen umum. Misalnya, hipoklorit efektif melawan rotavirus di tingkat konsentrasi 0,05% (500 bagian tiap juta), tetapi untuk patogen-patogen yang sangat resistan di tempat pelayanan kesehatan seperti C. auris dan C. difficile, diperlukan tingkat konsentrasi yang lebih tinggi di angka 0,5% (5000 bagian tiap juta)(diambil dari Rutala, W.A., Weber, D.J., 1997. Uses of inorganic hypochlorite (bleach))

July 6, 2021

Sterilisasi dan Disinfektan Virus

COVID-19 merupakan virus yang sangat ditakuti saat ini,karena menyebar dengan cepat keseluruh bumi,sungguh luar biasa. Dah hampir 2 tahun virus ini belum juga reda malahan semakin […]
× How can I help you?